" Wahai orang-orang yang beriman ! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan ? " [61:2]
Wednesday, 31 October 2012
^ MEMANG SEPERTI ITU DAKWAH ^
“ Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu. ”
" Kalau iman dan syaitan terus bertempur.
Pada akhirnya salah satunya harus mengalah. "
Memang seperti itu dakwah.
Dakwah adalah cinta...
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai fikiranmu...
Sampai perhatianmu...
Berjalan, duduk, dan tidurmu.
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah.
Tentang umat yang kau cintai..
Lagi-lagi memang seperti itu..
Dakwah.
Menyedut saripati tenagamu...
Sampai tulang-belulangmu.
Sampai daging terakhir yang menempel ditubuh rentamu.
Tubuh yang luluh lantak diseret-seret...
Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari... :(
Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah saw...
Tapi kepalanya beruban kerana beban berat dari ayat yang diturunkan Allah....
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz.
Dia memimpin hanya sebentar.
Tapi kaum muslimin sudah dibuat dalam kerahmatan.
Tidak ada lagi orang miskin yang meminta sedekah.
Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.
Terpanar membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja.
Tubuh yang segar bugar itu sampai lunyai.
Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal.
Adakah memang itu yang diharapkannya ;
mati sebagai jiwa yang tenang.
Dan ditemukan di akhirat kelak,
mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik.
Kepalanya sampai botak.
Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana.
Kurang heroik?
Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legenda di sepanjang sejarah ;
luka ditikamnya seorang Khalifah yang soleh,
yang sedang bermesra dengan Tuhannya saat solat.
Dakwah bukannya tidak melelahkan.
Bukannya tidak membosankan.
Dakwah bukannya tidak menyakitkan.
Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.
Tidak…
Justeru kelelahan.
Justeru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya.
Setiap hari.
Satu kisah heroik,
akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.
Justeru kerana rasa sakit itu selalu mereka rasakan,
selalu menemani…
Justeru kerana rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi…
akhirnya menjadi adaptasi.
Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur,
pada akhirnya salah satunya harus mengalah.
Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman.
Lalu terus berkobar dalam dada.
Begitu pula rasa sakit.
Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka...
Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda
dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar.
Saat Rasulullah saw wafat, ia histeria!
Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk.
Bukannya tidak cinta pada Abu Bakar.
Tapi seringnya “ditinggalkan” ,
hal itu sudah menjadi kewajaran.
Dan menjadi semacam tonik bagi iman..
Kerana itu kamu tahu.
Pejuang yang heboh ria memperkayakan
amalnya adalah mujahid yang telah berjaya.
Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu.
Kerana mereka jarang disakiti di jalan Allah.
Kerana tidak setiap saat mereka memproduksikan karya-karya besar.
Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan,
sekalinya hal itu mereka rasakan,
mereka merasa menjadi orang besar.
Dan mereka menjadi tumpuan
untuk didoakan mewarisi para mujahid sejati,
“ Ya Allah,
berilah Kami petunjuk…
sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “
Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh .
Jasadnya dikoyak beban dakwah.
Tapi iman di hatinya memancarkan cinta…
Mengajak kita untuk terus berlari…!
“ Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu. ”
" Kalau iman dan syaitan terus bertempur.
Pada akhirnya salah satunyaharus mengalah. "
~quoted~
Labels:
HARAKI
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment